18 Desember 2010

» Home » Gadget » Tech » 3 Pertanyaan Penting Sebelum Membeli TV 3D

3 Pertanyaan Penting Sebelum Membeli TV 3D

Bioskop di Indonesia, terutama di kota-kota besar, telah rutin menayangkan film tiga dimensi (3D) untuk memanjakan penonton dan meningkatkan pendapatan.

Pengalaman menyaksikan film 3D memang berbeda dari menonton film format standar (2D). Bukan hal tidak mungkin untuk menghadirkan pengalaman itu di rumah sendiri.

Tentunya, untuk itu dibutuhkan pesawat televisi dengan kemampuan 3D. Beberapa produsen elektronik terkemuka pun sudah menyiapkan produk unggulannya.

Sebelum memutuskan akan membeli atau tidak, berikut adalah tiga pertanyaan yang penting untuk dijawab calon konsumen TV 3D, seperti dikutip detikINET dari Wired, Rabu (1/12/2010).

1. Apakah Ruangannya Cukup?


Jika mau mendapatkan pengalaman 3D yang 'serius', pengguna harus memilih TV dengan layar besar. Idealnya, ukuran layar minimal adalah 42 inchi.

TV sebesar itu tentunya butuh ruangan yang besar pula. Belum lagi, jarak menyaksikannya juga harus optimal.

Panduannya, untuk tayangan dengan resolusi 1080p, kalikan diagonal layar dengan 1.56. Artinya, untuk layar 42 inchi, dibutuhkan jarak tonton sekitar 1,7 meter atau 170 cm.

Sedangkan untuk film 720p, kalikan diagonal layar dengan 2.3. Sehingga, untuk layar 42 inchi, jarak tontonnya paling tidak adalah 2,4 meter.

2. Apakah Uangnya Cukup?


Hal yang pertama harus diketahui, film 3D pada layar LCD kadang memaksa resolusi film harus rendah. Selain itu, jika resolusinya dipaksakan pada High Definition, kualitas gambarnya justru bisa turun.

Untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal, TV 3D sebaiknya menggunakan teknologi plasma. Dengan ukuran layar setidaknya 42 inchi, bisa dibayangkan berapa harganya!

Film 3D pun bisa jadi akan memiliki harga lebih mahal dari film non-3D. Apalagi, untuk mendapatkan kepuasan tinggi, format idealnya adalah Blu-ray.

Jika TV 3D yang digunakan masih membutuhkan kacamata, calon pembeli perlu mempertimbangkan juga biaya kacamatanya. Kalikan dengan jumlah penonton di rumah (ayah, ibu, anak dan mungkin beberapa kerabat yang kerap mampir?).

3. Apakah Pilihan Konten 3D yang Ada Sudah Cukup?


Di Indonesia, harapan untuk konten 3D agaknya hanya berasal dari film Blu-ray atau format digital lainnya. Sedangkan siaran televisi 3D nampaknya masih jauh.

Jangankan siaran televisi 3D, beberapa penyedia TV berlangganan saja seperti masih ogah-ogahan untuk menyediakan layanan dengan format High Definition.


Jika Anda bisa menjawab positif pada ketiga pertanyaan di atas, silahkan hubungi toko atau produsen elektronik kegemaran untuk membeli TV 3D. Jika tidak, untuk saat ini nikmati saja tayangan 3D di bioskop. Toh hampir setiap bulan ada film 3D baru yang dirilis.